SIT CORDOVA

BAGAIMANA CARA MENGAJAK ANAK BERPUASA

BAGAIMANA CARA MENGAJAK ANAK BERPUASA

BAGAIMANA CARA MENGAJAK ANAK BERPUASA

Oleh : Abas.M.Pd.M.Si

Menginjak usia Empat tahun, anak-anak sebenarnya sudah boleh diperkenalkan dan di latih untuk berpuasa. Pada usia ini, anak biasanya senang mengamati apa yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Jika keluarga bersemangat dan bersukacita menyambut puasa, tanpa disuruh pun, anak akan ikut-ikutan melakukan puasa, meski ia belum sepenuhnya mengerti. Jadi, jika kita ingin mengajak anak untuk ikut berpuasa, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menciptakan suasana yang asyik dan menyenangkan. Lalu, apa selanjutnya?

1. Jangan Memaksa.
Pada awal-awal bulan puasa, anak-anak mungkin akan sangat bersemangat ikut-ikutan berpuasa. Akan tetapi, beberapa hari kemudian, mereka mungkin sudah tidak tertarik untuk ikut berpuasa. Saat hal ini terjadi, jangan pernah memaksa si kecil. Kita harus ingat bahwa berpuasa bagi si kecil hanya sebagai pelajaran atau latihan saja, bukan kewajiban. Jika memang mereka tidak ingin melakukannya, hargai keputusannya. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memotivasinya untuk kembali berpuasa di tahun berikutnya.

2. Lakukan Secara Bertahap.
Jika orang dewasa harus berpuasa dari terbit subuh hingga magrib, anak-anak tidak harus melakukan hal yang sama. Bagaimanapun, di masa tumbuh kembang anak, mereka harus mendapatkan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Berpuasa bagi si kecil adalah menunda waktu makan untuk satu sampai dua jam.

Pada tahap awal, kita bisa mengajarkan anak berpuasa secara bertahap. Misalnya, jika anak biasa sarapan pukul 07.00, kita bisa menundanya selama beberapa jam, misalnya pukul 09.00. Lakukan ini di tahun pertama anak puasa. Jangan lupa untuk memberikan pengertian tentang ibadah puasa dengan bahasa yang mudah dimengerti.

3. Berikan Pujian
Agar anak lebih semangat untuk melakukan puasa, jangan segan untuk memberikan pujian. Kita puji dengan kata kata kamu hebat nak sudah dapat menahan lapar . Sambil memuji, kita juga bisa memberikan pengertian tentang manfaat puasa. Meskipun anak belum sepenuhnya mengerti, pelajaran yang diberikan terus menerus akan masuk ke dalam alam bawah sadar anak.

4. Jadilah Contoh yang Baik.
Dalam mendidik anak, poin paling penting yang harus selalu kita ingat adalah jangan hanya memberitahu atau menyuruh saja, tetapi berikan contoh. Anak-anak adalah peniru yang andal. Mereka akan mudah meniru perbuatan seseorang daripada mendengarkan omongan orang. Ketika mengajarkan anak untuk puasa, kita pun harus memberikan contohnya. Begitupun ketika mengajari hal-hal yang lainnya.

5. Lakukanlah hal yang Sama di Ramadhan Berikutnya
Pada tahun-tahun berikutnya, Anda bisa melakukan hal yang sama untuk mengajari anak berpuasa. Bedanya, kini Anda bisa menambah level berpuasanya. Jika pada tahun pertama anak hanya bisa menahan lapar selama 1 jam. Tahun berikutnya tambah menjadi dua jam. Ajarkan juga ibadah-ibadah yang lain seperti mengaji dan shalat tarawih. Untuk menjaga agar nutrisinya terpenuhi, sajikan masakan yang sehat dan bergizi saat sahur dan berbuka puasa.

Demikianlah artikel yang sederhana ini kami sajikan . Mudah mudahan bermanfaat untuk keluarga kita. Amin.

Metode Belajar di Rumah Selama Covid-19

Metode Belajar di Rumah Selama Covid-19

Metode Belajar di Rumah Selama Covid-19

Oleh : Abas, M.Pd., M.Si

Pembina Yayasan Harapan Umat

Berada di rumah atau berdiam diri di rumah menjadi salah satu langkah yang dianggap ampuh dalam memutus mata rantai penyebaran Covid19. Sekain bekerja dan beribadah, pemerintah juga meminta agar kegiatan belajar mengajar para siswa dilakukan di rumah.

Di masa pencegahan penyebaran Covid-19, belajar di rumah menjadi solusi bagi para guru dan siswa untuk tetap melakukan kegiatan Belajar Mengajar. Dalam proses pembelajaran di rumah ada banyak hal yang harus dipersiapkan, baik bagi guru maupun bagi siswa.

Agar terlaksana dengan baik, guru harus menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, sementara siswa belajar mandiri mengikuti apa yang telah disusun dan diarahkan oleh guru.

Apa arti Belajar di Rumah?
Belajar di rumah merupakan pendekatan belajar untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran jarak jauh atau daring secara online. Dengan kegiatan ini PBM tetap terlaksana, guru menyusun dan melaksanakan PBM, dan siswa belajar mandiri mengikuti arahan dari guru dengan daring.

Belajar di rumah berarti:
1. Guru dan siswa tetap dapat berinteraksi satu sama lain.
2. Bahan ajar disajikan berbentuk digital.
3. Tugas dari guru diberikan secara online, begitu juga umpan balik atau diskusi kelas.
4. Siswa mengerjakan tugas secara mandiri sesuai arahan guru.

Apa saja yang harus dipersiapkan?
Belajar secara online tentunya membutuhkan akses koneksi internet. Guru harus membuat rencana pembelajaran dan menyediakan bahan ajar secara digital untuk kemudian diupload agar dapat dibaca oleh siswa.

Keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring pada situasi Covid-19 adalah kemampuan guru dalam berinteraksi, merancang, memilih materi, dan metode pembelajaran serta aplikasi yang sesuai dengan materi dan metode yang diterapkan dalam pembelajaran.

Dengan demikian, kreatifitas dan inovasi seorang guru merupakan kunci sukses keberhasilan dalam memilih metode pembelajaran, sehingga dapat memotivasi siswanya untuk tetap semangat dalam belajar secara online.

Dan yang tidak kalah penting, guru harus bisa menjadi sosok yang menyenangkan dalam proses pembelajaran online. Materi dan metode harus benar-benar dibuat sedemikan rupa agar tidak menjadi beban psikis bagi siswa.

Semoga belajar di rumah tidak kalah bermanfaat dan berkualitas di banding belajar di sekolah, mengingat waktu yang paling leluasa adalah di rumah.

Guruku Idolaku

Guruku Idolaku

Guruku Idolaku

Oleh : Abas.M.Pd.M.Si

Sosok guru yang kita kenal dibenak kita selama ini adalah idola bagi kita semua. hal ini bisa di buktikan dengan menirukan gaya guru kita tersebut atau kalau tidak yakni dengan melakukan segala sesuatu apa yang di perintahkan oleh guru kita .ketika guru kita memerintahkan kita untuk membawa bekal ke sekolah,mencuci tangan sehabis makan , pasti kita laksanakan apa yang di perintahkan oleh guru.

Ada pepatah yang mengatakan
bahwa Guru itu di gugu dan di tiru. Artinya seorang yang di perhatikan dan di tiru setiap gerak-geriknya .oleh sebab itu kita sebagai guru di tuntut memberikan teladan yang baik bagi anak didik kita.

Seorang guru yang menjadi idola bagi muridnya harus mencermikan sikap yang baik.seperti halnya sikap jujur dan sabar.kedua sikap tersebut sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak didik kita.ketika anak di ajarkan sikap tersebut sejak dini dimana daya ingatnya masih kuat dan dapat menerima segala sesuatu dengan mudah maka hal tersebut akan terbawa sampai anak tersebut dewasa kelak.

Perlu di ketahui bahwa untuk memiliki sikap sabar itu tidaklah mudah. sebagai seorang guru kita di tuntut untuk ekstra sabar dalam menghadapi tingkah anak-anak yang belum mengerti mana yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri,kita juga harus memiliki sikap lemah lembut ,sikap tersebut tidak bisa di pisahkan dengan sikap sabar.kedua sikap tersebut saling berhubungan satu sama lainnya.

Pada anak usia dini,anak tidak dapat menerima segala sesuatu dengan kekerasan,ketika memerintahkan seorang anak kita tidak boleh membentak anak tersebut begitu pula ketika anak tersebut bisa di kategorikan anak yang kurang baik .tugas kita sebagai guru dalam menghadapi kenakalan anak tersebut yakni dengan besikap lemah lembut dan bersabar,kita lakukan pendekatan secara halus dan memberikan pengertian pada anak tersebut.

Terkadang ada anggapan salah,bahwa seorang yang sabar itu ialah orang yang tidak bisa tegas dalam memutuskan suatu perkara.hal ini perlu kita luruskan bahwa seorang yang sabar bukanlah orang yang tidak tegas.seperti contoh ketika anak didik kita ramai dan kita sudah memperingati beberapa kali namun anak tersebut tetap ramai maka tindakan yang dapat kita lakukan yakni dengan memanggil anak tersebut ke depan kelas dan megajak anak tersebut untuk ikut serta dalam memberikan materi untuk teman-temannya seperti membaca cerita atau bernyanyi bersama.hal sederhana ini juga dapat kita praktekan di dalam kelas.

Sikap yang kedua yaitu sikap jujur.sejak dini kita harus membiasakan anak didik kita untuk memiliki siap jujur.sikap ini sangatlah penting bagi kehidupan anak kita kedepannya.hal sederhana yang dapat kita lakukan yaitu ketika ada anak yang kehilangan sesuatu seperti buku gambar contohnya maka kita harus bertanya kepada seluruh anak apakah ada yang mengetahui tersebut ketika ada anak yang ketahuan mengambil atau menyembunyikannya maka kita harus memberi tau bahwa hal tersebut tidak boleh,kita harus jujur dan tidak boleh berbohong.

Jadi,sebagai idola anak-anak kita harus memberikan suatu teladan yang baik.dan juga bisa pengaruh baik juga bagi perkembangan anak kedepannya.

Sebagai guru adalah
Panutan
Contoh
Suritauladan
Memberikan inspiratif
Memberikan motivasi
Memberikan semangat
Untuk siswanya….

Menjadi Kepala Sekolah Inspiratif

Menjadi Kepala Sekolah Inspiratif

MENJADI KEPALA SEKOLAH INSPIRATIF

Oleh: Abas.M.Pd.M.Si

Berbicara tentang performance Kepala Sekolah bukan sesuatu yang mudah dan di remehkan artinya secara moril banyak sekali hal yang harus dipertanggungjawabkan baik dihadapan Allah SWT Tuhan YME, dihadapan Orang tua siswa, dihadapan guru, dan dihadapan atasan Kepala Sekolah mulai Pengawas, Penmad Kemenag Tangsel.

Menjadi seorang kepala sekolah bukan hanya cerdas tetapi lebih kepada keteladanan dalam bersikap dan bertutur kata yang terwujud dalam tindakan. Dalam konsep kepemimpinan pembelajaran Kepala Sekolah sebagai seorang leader dan manajer harus mampu memberdayakan potensi yang dimiliki lembaganya agar tercipta proses pembelajaran yang berkualitas dan profesional.

Dalam konsep pembelajaran yang berkualitas didalamnya terdapat beberapa komponen yang dikenal dengan nama istilah “MIKIR “yaitu

M= Mengalami ( Didalam pembelajaran siswa langsung ikut mengalami tema pembelajaran)

I = Interaksi ( Tercipta interaksi yang baik antara siswa dengan siswa dalam proses diskusi, debat, dalam kelompok, antara guru dengan siswa antara guru dengan guru)

K= Komunikasi ( Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaanya atau dapat mempresentasikan )

R= Refleksi agar siswa memahami pembelajaran tersebut bermanfaat bagi dirinya dan bagi lingkungannya.

Kembali saya merefleksi diri ditengah padatnya konsep yang harus dipahami oleh leader yang juga manajer.

Sebagai seorang kepala sekolah tidak hanya memerintah guru untuk melaksanakan program sekolah tetapi seorang kepala sekolah adalah figur keteladanan bagi guru dan siswa.

Beberapa Kata Kunci yang harus dipegang oleh Kepala Sekolah adalah:

1. Kepala Sekolah harus goal dan mempunyai harapan yang jelas

2.Kepala Sekolah harus cerdas menggunakan segala sumber daya dan kekuatan disekitar.

3.Kepala Sekolah adalah Pemimpin Pembelajaran untuk menjadikan lebih berkualitas

4.Kepala Sekolah adalah teladan pembelajaran bagi sekolahnya

5.Kepala sekolah wajib menciptakan lingkungan aman, hijau, rindang, asri dan tertata rapi

Dari sekian kata kunci tersebut saya hubungkan dengan ilmu yang saya dapatkan didalam kegiatan One Year Supercamp, pesan dari Prof Ibrahim yang menancap kuat dalam diri saya hanya satu ” Kepala Sekolah harus berani membuat perubahan” inilah yang disebut Kepala Sekolah yang Visioner memiliki visi atau mimpi yang jelas bukan hanya menghayal. Mempunyai strategi yang cerdas dalam menyikapi kebutuhan sekolah ,yang berin Integratif tinggi.

Walaupun tantangan menjadi Kepala Sekolah adalah bagian dari cerita emas dalam kehidupan kepala sekolah namun menjadi kepala sekolah adalah amanah dan anugrah.

Seorang Kepala Sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang dapat membangun orang lain menjadi pembelajar atau mempengaruhi orang lain. Sehebat apapun Kepala Sekolah tanpa dapat membawa nama sekolah berprestasi adalah naif dan zero. Kepala Sekolah yang hebat adalah Kepala Sekolah yang dapat menjadi motivator dan mempengaruhi serta memberdayakan orang lain. Bukan untuk dirinya sendiri.Dapat menjadi inspirasi dan virus bagi yang lainnya bukan untuk dirinya sendiri.”the principal may influence others”

Maka Selamat berjuang untuk menjadi Kepala Sekolah Sejati Kepala Sekolah yang hebatz adalah pemimpin pembelajaran yang hebat bagi sekolahnya. semangat.

Mudah mudahan tulisan saya Ibu kepsek hebat dan keren dapat terinsfiratif untuk kemajuan sekolah mading masing tempat ibu kepsek bertugas.

Apa sih Covid-19 itu?

Apa sih Covid-19 itu?

Abas.M.Pd. M.Si
Pembina yysn Harum

 

APA SIH COVID 19

Masih di rumah…..
WFH. Adalah work from home .bekerja di rumah.
WFH. Adalah worship from home . Beribadah dari rumah .
WFH bukan kerja senaknya saja atau asal asalan karena tidak ada yang memantau secara langsung. Tetapi kita hendaknya berusaha. Berupaya. Beriktiar bekerja dan berkarya lebih berkualitas dan profesional untuk menghasilkan output yang terbaik dan menggapai ridho Allah semata.
Inilah yang menjadi motivasi dari peristiwa merebaknya wabah corona yang kita kenal Covid 19 bahwa kita harus berdiam di rumah. Harus bekerja di rumah.
Karena virus corona secara cepat dan merambat menularkan orang sekitar bahkan virus ini sudah mewabah secara internasional. Betapa sangat dahsyat dan membahayakan bahkan mematikan dari virus corona . Oleh sebab itu marillah kita beristigfar dan berdoa kepada Allah agar terhindar dari virus corona ini. Amin.
Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik pelajaran dari covid 19 antara lain sbb.

A. Pertama, Covid-19, menyadarkan kita semua pada keabsolutan kekuasaan Allah Swt. Semua makhluk berada dalam genggaman-Nya dan tadbir-Nya. Tidak ada satu pun makhluk/manusia yang bisa melawan takdir dan ketentuan Nya.

Karena itu, manusia tidak boleh sombong dan takabbur dengan kekuasaan yang digenggamnya, dengan ilmu pengetahuan yang dikuasainya, dan dengan harta yang dimilikinya.

B. Kedua, Allah Swt telah menurunkan syariat-Nya melalui para Rasul-Nya, untuk ditaati dan diikuti dan diimplementasikan dalam seluruh tatanan kehidupan, agar manusia hidup nya bahagia dan sejahtera dunia dan akhirat.

C.Ketiga, pengingkaran manusia, baik secara individu maupun kolektif, apalagi disertai mempermainkan ajaran-Nya, hanyalah akan mengundang kesulitan dan malapetaka dalam kehidupan ini.

D.Keempat, Covid-19, mengajarkan kepada kita pola hidup yang sehat, makanan yang halal dan bersih, jasmani ruhani yang bersih, rumah tempat tinggal yang bersih, tempat ibadah (masjid) yang bersih dan terjaga dengan baik.

E.kelima, Covid-19, mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memperkuat kesadaran untuk mencari ilmu melalui literasi. karena ternyata walaupun sekarang kita berada di era kemajuan science dan teknologi (seperti dunia kesehatan dan kedokteran) ternyata virus corona belum ditemukan obatnya.

Inilah beberapa hikmah yang kami dapat tuliskan dalam artikel ini semoga kita terhindar dari virus ini dan Allah selalu menerima doa doa kita . Semoga kita sehat wal afiat..

Menjadi Guru Inspiratif

Menjadi Guru Inspiratif

MENJADI GURU INSPIRATIF

Oleh. Abas, M.Pd., M.Si

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Guru itu tidak harus dituntut memiliki kemampuan mentransformasikan pengetahuan ,pengalamannya dan memberikan tauladan tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi anak didiknya agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan memiliki akhlak yang baik.

Guru inspiratif adalah guru yang terbuka dan membuka wawasan bagi muridnya maupun dirinya sendiri. Membuka wawasan bagi dirinya sendiri, guru yang terbuka dengan berbagai pemikiran baru dan cara-cara baru untuk mensukseskan tugasnya mengajar. Dan guru inspiratif juga membuka wawasan baru bagi muridnya dan secara sungguh-sungguh memfasilitasi kesuksesan siswanya dalam belajar.

Hal yang harus dilakukan guru inspiratif:

A.Menunjukkan keterbukaan dalam perencanaan mengajar dan kegiatan belajar mengajar
B. Menjadikan materi pelajaran berguna bagi kehidupan nyata siswa
Mempertimbangkan berbagai alternatif cara menyampaikan isi pelajaran kepada siswa
C. Menunjukkan perilaku demokratis dan tenggang rasa kepada semua siswa
D. Menggunakan humor secara proposional dalam menciptakan situasi KBM yang menarik
E. Memandang siswa sebagai patner dalam KBM

Dengan begitu kita bisa mengaplikasikan cara mengajar yang tidak membosankan dan disenangi oleh siswa. dan tinggalkan model guru konversional, konvesional itu metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah karena metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.

Guru inspiratif tidak hanya mengejar penyelesaian kurikulum, tapi juga harus bisa mengajak muridnya untuk kreatif. menjadi guru itu harus totalitas dan keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik karna guru adalah cerminan dari nilai- nilai kemanusian.

Bagainama menjadi guru inspiratif ? menjadi guru inspiratif tidak gampang, karena guru inspiratif itu tidak permanen dan bisa saja memudar. tapi bisa saja permanen jika diimbangi dengan keikhlasan dan semangat tinggi. menjadi guru yang inspiratif harus mempunyai komitmen tinggi terhadap perubahan, memahami, serta mampu membawa muridnya memahami dunia melalui dirinya sendiri, mampu memberikan layanan pendidikan kepada muridnya dengan berbagai latar belakang yang berbeda (fisik, intelektual, sosial, dan emosional)

Andaikan semua guru mempunyai jiwa inspiratif dan guru yang menyenangkan. pasti murid akan merasa nyaman berada di kelas, bahkan guru yang inspiratif selalu dinantikan kehadirannya. dengan itu guru inspiratif akan bisa mencetak generasi penerus yang berkarakter yang bisa menjadi tombak keberhasilan pendidikan.

Tips ampuh menjadi guru insfiratif dan profesional:

A. Penguasaaan materi pelajaran dengan baik
B. Mampu melakukan improvisasi dalam mengajar
C. Memiliki sensitivitas terhadap konteks
D. Mampu memonitor pembelajaran
E. Selalu bertindak berdasarkan data
F. Respek terhadap orang lain
G. Mampu melakukan manajemen kls dengan baik
H. Mempunyai jiwa yang mendidik

Kenapa Seorang Guru Harus Di PKG?

Kenapa Seorang Guru Harus Di PKG?

KENAPA SEORANG GURU HARUS DI PKG?
Oleh. Abas, M.Pd., M.Si

(Pengawas Yayasan Harapan Umat)

PKG adalah singkatan dari Penilaian Kinerga Guru. Definisi Penilaian adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interprestasi data sebagai bahan dalam rangka pengambilan keputusan. Dengan demikian, dalam setiap kegiatan penilaian, akan berujug kepada pengambilan keputusan.

Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru meliputi penilaian formatif dan sumatif. Dalam satu tahun pelajaran sekurang-kurangnya pelaksanaan PKG sebanyak dua kali, yakni pada awal tahun dan akhir tahun pelajaran. Artinya setiap semester seorang guru akan dinilai kinerjanya.

Jabatan fungsional guru merupakan jabatan fungsional yang memiliki ruang lingkup, tugas, tanggungjawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Apa Sih Fungsi PKG Bagi Guru?

Untuk menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi dan keterampilan yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan.
Untuk menghitung angka kredit yang diperoleh seorang guru atas kinerja pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah atau madrasah yang dilakukannnya pada tahun tersebut.
Lalu muncul pertanyaan, kenapa seorang guru harus di-PKG?

Karena seorang guru wajib dinilai tiap butir penilaian kegiatan tugas utama dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Dalam penilaian tersebut terdapat persyaratan penting yang harus ditaati oleh penilai. Di antaranya harus valid, reliable, dan praktis dengan prinsip PKG.

Kamu Bingung Memilih Ekskul? Coba Pertimbangkan 4 Hal Ini!

Kamu Bingung Memilih Ekskul? Coba Pertimbangkan 4 Hal Ini!

Memasuki tahun ajaran baru, kamu akan dikenalkan dengan beragam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah. Banyaknya pilihan ini pasti membuatmu bingung. Apa saja sih yang harus dipertimbangkan sebelum memilih ekskul? Ruangguru.com mengulasnya untuk kamu. Simak yuk!
Memilih Ekskul

Tahun ajaran baru, saatnya masuk kembali ke sekolah. Bukan hanya belajar di kelas saja yang perlu persiapan, tapi juga di luar kelas seperti halnya ekskul. Terlebih bagi kamu yang memasuki sekolah baru. Kegiatan ekskul adalah bagian dari aktivitas di sekolah yang membantu mengasah minat, bakat, serta pengembangan diri. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan pengalaman lain di luar kegiatan akademik di kelas.

Ada banyak sekali manfaat jika kamu mengikuti kegiatan ini di sekolah. Apalagi jika ekskul tersebut cukup aktif dan berkembang. Di masa depan, kamu tidak hanya dituntut untuk pandai dalam pelajaran, menyelesaikan masalah dari soal-soal yang diberikan guru, atau menghafal rumus. Kamu akan berhadapan dengan berbagai masalah yang ada di dunia kerja, dan berkaitan dengan hubungan antar personal. Seperti tuntutan deadline tugas, konflik sesama teman kantor, manajemen waktu, menyelesaikan masalah keuangan, dan sebagainya. Untuk itu, tidak ada salahnya kalau kamu mengikuti kegiatan ini sebagai bekal berorganisasi. Eits, tapi tanpa melepas tugas utamamu di sekolah, yaitu belajar. Tidak perlu khawatir pada tugas menumpuk dan padatnya ujian. Semua bisa dihadapi asal kamu tahu caranya.

Di awal masuk sekolah, biasanya akan ada demo dari setiap kegiatan ekskul. Tidak jarang, siswa langsung tergiur begitu melihat demo yang ditampilkan oleh para senior. Bisa jadi karena memiliki hobi dan ketertarikan terkait. Sayangnya, banyak juga yang memilih karena faktor keeksisannya, ikut teman, ada seseorang yang dikagumi, atau sekadar iseng-iseng berhadiah.

Sebelum memilih, simak dulu tips berikut untuk membantu kamu dalam mempertimbangkan kegiatan esktrakurikuler apa yang akan dipilih. Tentunya, ekskul yang juga bisa mendukung masa depan kamu selanjutnya.

Memilih Ekskul

Setiap orang pasti memiliki Passion masing-masing. Passion ini berkaitan dengan minat dan bakat yang ada dalam dirimu. Jika suatu kegiatan dipilih berdasarkan keinginan sendiri, minat yang tinggi, dan dorongan yang besar untuk melakukannya, tentunya akan sangat menyenangkan menjalaninya. Sebaliknya, jika dilakukan karena terpaksa atau tidak sama sekali memiliki minat dan bakat di dalamnya, pasti akan terasa berat.

Jenis ekskul di sekolah biasanya berkaitan dengan berbagai bidang. Anak-anak yang suka dengan kegiatan organisasi, ada wadah OSIS dan MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) yang menaunginya. Walaupun sebetulnya setiap ekskul pasti adalah kegiatan berorganisasi. Bagi pecinta seni, bisa megambil seni vokal yang diwakilkan oleh ekskul paduan suara, vocal group, seni daerah, dan sebagainya. Futsal, basket, voli, serta bela diri bisa kamu ikuti jika punya minat di bidang olahraga.
Memilih Ekskul

Bayangkan saja jika kamu memilih kegiatan ekskul di sekolah tanpa adanya passion, pastinya akan terasa sulit. Bukannya berkembang, malah malas-malasan. Efeknya, senior dan anggota lainnya pasti akan sedikit kesal padamu karena kurang aktif. Potensi dalam dirimu juga tidak akan berkembang.

Untuk itu, pilihlah kegiatan yang memang sesuai dengan passion, bukan hanya karena eksis atau sekedar ingin kenalan dengan senior di sana. Dengan passion, potensi atau bakat pasti akan berkembang. Kegiatan ekskul pun juga pasti akan lebih menyenangkan.

Memilih Ekskul

Sebelum mulai, alangkah baiknya jika mencari tahu lebih dahulu program, aktivitas, dan budaya yang ada di dalamnya. Hal ini membantu kamu untuk kenal dan tahu lebih lanjut apa sebetulnya kegiatan inti dari ekskul tersebut.

Jika memilih tanpa tahu ketiga hal tersebut, dikhawatirkan kamu hanya semangat di awal saja. Bukan menikmati kegiatan, malah stagnan dan membuang waktu percuma. Apalagi di tengah padatnya kegiatan studi, seharusnya kegiatan ekskul bisa menjadi pelepas penat.
Memilih Ekskul

Setiap ekskul pasti memiliki program dan aktivitas yang akan dilaksanakan. Minimal, dalam satu tahun atau semester terdapat rencana kegiatan dan program-program yang akan dilaksanakan. Coba cari tahu, dan kamu akan mengetahui bagaimana karakter dari ekskul tersebut, sekaligus melihat kecocokannya denganmu. Kegiatan intensif yang dilakukan akan menunjukkan karakter ekskul tersebut.

Selain program dan aktivitas rutin, kamu pun bisa melihat budaya atau kebiasaan kelompok dari ekskul tersebut. Dari mana? Sebagai contoh, misalnya ekskul kegiatan seni desain ruang atau bangunan. Karakter dari kegiatan tersebut seharusnya banyak ke berbagai pelatihan membuat desain, mengenal warna, atau mengikuti berbagai perlombaan. Jika aktivitas di dalamnya kebanyakan hanya kumpul, mengobrol hal yang kurang penting, jarang ada pelatihan dan ikut lomba, maka perlu ditinjau lagi, apakah sesuai dengan harapanmu? Apakah mampu untuk mendukung peningkatan kualitas dirimu?

Teman-teman bisa mencari tahu program, aktivitas, dan budaya yang ada lewat pengenalan ekskul, pembina, ataupun senior yang sedang maupun pernah mengikutinya.

Memilih Ekskul

Penting kiranya menyesuaikan jadwal dan instensitas kegiatan ekskul dengan berbagai aktivitas sehari-hari. Belajar, kegiatan di rumah bersama keluarga, atau lingkungan sekitar. Tentunya ini semua merupakan pilihan dari dirimu sendiri. Kalau kamu mengikuti kegiatan ekskul yang jadwal dan intensitasnya cukup padat, maka harus menerima risiko mengurangi waktu bersama keluarga atau lingkungan.
Memilih Ekskul

Untuk yang suka dengan aktualisasi minat dan bakatnya, mungkin saja intensitas kegiatan ektrakurikuler malah menjadi menyenangkan dan membuahkan prestasi. Hal ini pastinya memberikan dampak positif untukmu. Akan tetapi, usahakan kegiatan ekskul tidak menyita jam belajarmu secara pribadi ya. Walau bagaimana pun, studi tetap menjadi prioritas utama untuk bekal di masa depan. Ekskul yang baik dan mengikuti peraturan sekolah, akan menyesuaikan dengan kurikulum belajar.

Memilih Ekskul

Tidak jarang di antara kamu memiliki passion terhadap lebih dari satu aktivitas. Tidak salah tentunya memiliki passion yang banyak terhadap kegiatan. Artinya, kamu punya potensi yang beragam untuk bisa ditingkatkan. Namun, pilihlah jumlah ekskul yang memang sesuai dengan kapasitas dirimu. Pilihan jumlah ekskul harus benar-benar diatur sesuai dengan kebutuhan, minat, dan jadwal aktivitas yang lain. Terlalu banyak ekskul bisa mengakibatkan overload, tidak fokus pada target dan rencana yang diharapkan. Sehingga, fokuslah pada target aktifitas, potensi, dan pengalaman apa yang ingin kamu dapatkan, bukan hanya pada jumlah ekskul yang kamu ikuti.
Memilih Ekskul

Itulah empat hal yang perlu dipertimbangkan untuk teman-teman memilih ekskul di sekolah. Jika kegiatan ini malah membuat stress-mu bertambah, nampaknya perlu ada yang ditinjau ulang dalam pemilihannya. Kegiatan ekskul harusnya bukan menambah beban, namun bisa memotivasi dan mendukung studimu. Selamat memilih dan menjalankan ekskul, teman-teman! Jangan lupa untuk seimbangkan dengan belajar dan kegiatan yang lain ya! (FA/TN)

Sekolah yang Mendidik

Sekolah yang Mendidik

Oleh Mohammad Fauzil Adhim

Mengajarkan kepada anak untuk berpikir, bersikap dan berperilaku baik tidak cukup untuk melahirkan anak-anak yang baik. Apalagi sekadar membiasakan anak dengan kebaikan, tidak cukup untuk menjadikan sebuah sekolah dianggap sebagai sekolah yang baik.

Ada hal lain yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan di sekolah. Ada budaya sekolah, iklim kelas yang mendukung anak untuk senantiasa berpikir, bersikap dan berperilaku baik, guru-guru yang memiliki perhatian total serta kecintaan terhadap tugas mendidik, dan orangtua yang memiliki kepercayaan tinggi (trust) terhadap sekolah.

Khususnya poin terakhir, ini menuntut sekolah untuk mampu menjadi lembaga yang memiliki tingkat kelayakan untuk dipercaya yang sangat kuat. Tanpa itu, tidak bisa membangun kepercayaan dari orangtua meskipun sekolah sudah berkali-kali menyelenggarakan acara untuk meningkatkan reputasi sekolah di mata orangtua.
Sangat berbeda antara meningkatkan derajat kelayakan lembaga untuk dipercaya dengan meminta orangtua untuk percaya penuh. Hal ini menuntut sekolah agar terus berbenah dan berusaha dengan sungguh-sungguh menjaga amanah yang diberikan oleh orangtua terhadap sekolah, yakni berusaha memberikan pendidikan terbaik, mengarahkan anak didik agar senantiasa lurus dalam berpikir dan benar dalam berkeyakinan, serta membuka diri untuk menerima masukan dari orangtua.

Sekolah merasa senang terhadap niat baik orangtua meskipun boleh jadi apa yang disampaikan orangtua tidak tepat. Sekolah merasa senang karena melihat iktikad baik orangtua, sehingga sekolah tidak sibuk membela diri.

Sesungguhnya lembaga yang memiliki integritas sangat tinggi lebih mencintai kebaikan –termasuk di dalamnya niat baik orangtua—sekaligus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya di sekolah. Ia lebih suka untuk menambah kesempatan berbenah. Sebaliknya, sekolah yang kehilangan visi akan sibuk membangun reputasi. Caranya dengan menciptakan prestasi, pengakuan dan rekam jejak yang positif.

Di luar itu, ada sekolah-sekolah yang buruk, meskipun di luar tampak sangat baik. Sekolah jenis ini bukan membangun reputasi, tetapi melakukan pencitraan melalui prestasi yang tampaknya memukau. Padahal prestasi tersebut bukan merupakan hasil jerih-payah sekolah, atau prestasi tersebut tidak menggambarkan kualitas inti sekolah, yakni pendidikan. Bukan tidak boleh berprestasi dalam bidang olahraga dan seni. Tetapi tanpa prestasi dalam bidang yang menjadi tugas pokok sekolah, berbagai gelar tersebut tak ada nilainya.
Pertanyaannya, apa yang bisa mengantarkan sekolah menjadi lembaga pendidikan yang baik dan memiliki integritas tinggi?

Pertama, kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan wakil-wakilnya (prinsipalship) beserta lembaga yang mengelola. Kedua, totalitas mendidik dari para pengajar. Ini tampak dari tinggi rendahnya passion (kegairahan mengajar yang sangat tinggi) dari para guru yang meliputi kecintaannya terhadap profesi sebagai guru, kecintaan yang sangat besar terhadap anak didik, obsesi yang sangat tinggi untuk mendidik para siswanya menjadi manusia ideal dan terikat secara emosi dengan cita-cita tersebut, memiliki kesediaan meluangkan waktu untuk memperhatikan para siswanya dan sekaligus memiliki kemauan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kemampuan maupun kualitasnya sebagai guru.

Sesungguhnya, unsur yang ada pada passion antara lain mencakup obsesi, antusiasme dan ikatan emosi yang kuat sehingga bersemangat (zeal) dengan apa yang digeluti. Jika tiga hal tersebut tidak ada, hampir pasti guru tidak memiliki kegairahan (passion) sebagai pendidik.

Tetapi, tanpa kesediaan untuk belajar, guru akan jumud atau bahkan frustasi meskipun ia memiliki obsesi, entusiasme dan semangat yang menyala-nyala (zeal) disebabkan adanya ikatan emosi yang kuat.
Masalahnya adalah, guru-guru semacam itu sulit sekali kita peroleh melalui proses rekrutmen terbuka. Yang paling memungkinkan adalah melalui proses pencarian dan pendekatan kepada orang-orang yang memenuhi kriteria agar mereka bersedia menjadi guru. Masing-masing membawa konsekuensi bagi sekolah.
Nah.

Kemitraan Sekolah dan Orangtua

Sekolah yang baik tidak bisa dibeli karena ia berdiri untuk sebuah prinsip. Ia memperjuangkan idealisme. Ia sedang ingin mewujudkan sebuah cita-cita mulia. Cukuplah kita merasa khawatir jika sekolah lebih banyak menonjolkan kegiatan-kegiatan populis untuk mengambil hati orangtua daripada melakukan upaya berkesinambungan agar orangtua turut memperjuangkan idealisme tersebut, sekurangnya bersikap hormat terhadap idealisme sekolah serta prinsip-prinsip yang ditegakkan oleh lembaga.

Sekolah yang mudah ikut arus, menuruti kemauan “pasar” dan larut dalam trend, hampir pasti merupakan lembaga yang missi ideologisnya lemah dan visinya tidak jelas.

Ini bukan berarti sekolah mengabaikan peran orangtua. Tanpa ada komitmen orangtua untuk berubah, maka pengajaran, pembiasaan dan pendidikan yang dilakukan oleh sekolah bisa mentah. Tetapi sekolah yang baik tetap bertumpu pada proses yang terencana di sekolah. Sekolah tidak bisa mengandalkan orangtua karena meskipun sama-sama memiliki komitmen yang sangat tinggi, wujud komitmen itu berbeda-beda sesuai dengan tingkat pemahaman dan kemampuan orangtua.

Disamping itu, sekolah juga harus menyadari bahwa tidak mungkin menyamakan cara orangtua mengasuh anak secara total. Ada banyak hal yang menyebabkan para orangtua –termasuk guru—secara alamiah berbeda satu sama lain, bahkan di antara orang-orang yang memiliki cara pandang sama. Tak ada keraguan sedikit pun bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, ‘Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhum ajma’in merupakan Sahabat utama yang penuh kemuliaan, dan khalifah yang mendapat petunjuk (khulafaur rasyidin). Tetapi mereka masing-masing memiliki kepribadian yang unik dan temperamen yang berbeda.

Itu Sahabat utama radhiyallahu ‘anhum. Mereka jauh lebih utama dibanding kita yang hidup sekarang ini. Maka, bagaimana mungkin kita secara total menyamakan cara orangtua murid mengasuh anak dengan cara guru mendidik (atau mengajar?) di sekolah. Jenjang pendidikan berbeda-beda, kemampuan memahami bertingkat-tingkat dan latar belakang sekolah sangat beragam. Padahal, sudah paham sangat berbeda dengan mampu menerapkan dengan baik. Selain itu, mereka menjadi orangtua bukan karena menempuh pendidikan khusus tentang bagaimana menjadi orangtua, tetapi karena mereka sudah punya anak.

Orangtua tidak memiliki persiapan khusus dalam mendidik anak, kecuali orang-orang tertentu saja. Gurulah yang memang sedari awal –seharusnya—mempersiapkan diri bagaimana mendidik para murid, termasuk menghadapi mereka yang bermasalah perilakunya. Apalagi jika kita perhatikan bahwa waktu efektif anak di sekolah jauh lebih banyak dibanding di rumah, maka seharusnya sekolah menjadi koreksi atas apa yang terjadi di rumah.

Lalu apa harus sama antara sekolah dan rumah? Nilai-nilai dasar yang harus ditegakkan. Ini merupakan tugas sekolah untuk secara berkesinambungan melaksanakan pendidikan bagi orangtua agar bersama-sama anak menghormati, memuliakan dan merasa bangga dengan nilai-nilai itu sehingga amat besar keinginan dari setiap pihak untuk mewujudkan nilai tersebut dimana pun mereka berada. Sekadar paham tak akan membuat mereka bangga. Wallahu a’lam bish-shawab. SUARA HIDAYATULLAH, SEPTEMBER 2011

Inilah Sosok Guru Terbaik di Dunia, Hanan Al Hroub

Inilah Sosok Guru Terbaik di Dunia, Hanan Al Hroub

Menurutmu guru terbaik itu seperti apa sih sosoknya? Penyabar, berpikiran terbuka, santai, atau jarang memberi tugas? Nah, kamu perlu kenalan nih dengan seorang wanita yang dinobatkan sebagai guru terbaik di dunia. Bayangkan betapa bangganya karena rekor dunia berhasil ia taklukkan.
terbaik di dunia

Hanan Al Hroub, seorang guru Palestina yang berhasil menyabet penghargaan guru terbaik dalam ajang Global Teacher Prize. Penghargaan ini diadakan oleh “James Varkey” International Foundation, yayasan sosial milik perusahaan pendidikan internasional, GEMS. Tujuannya adalah meningkatkan status profesi guru. Lebih dari 8 ribu orang lho yang memperebutkan pengharagaan ini! Kira-kira, apa yang membuatnya dinobatkan sebagai guru terbaik sedunia?

Ternyata, ia dinilai berjasa mengajarkan prinsip anti kekerasan pada generasi muda Palestina. Wanita berusia 43 tahun ini tumbuh besar di kamp pengungsi Palestina dekat Betlehem. Kesehariannya dijalankan untuk menjadi pengajar bagi para pengungsi. Keputusan untuk mengajar diambilnya setelah anak didiknya melihat penembakan pulang sekolah. Dari sana, ia berpikir mencari jalan keluar agar guru dapat membantu anak-anak yang mengalami trauma. Tak heran jika ia ahli menangani anak-anak yang menderita trauma kekerasan.
terbaik di dunia

Ia berhasil memenangkan babak akhir kompetisi ini melalui inovasi kreatif dalam metode pengajarannya. Hroub menggunakan teknik bermain melalui cara-cara sederhana sebagai sarana untuk berbagi ilmu dan mengubah perilaku anak. Ia juga membangun kepercayaan bersama dengan para peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai moral sebelum pengajaran dimulai.
terbaik di dunia

Dalam pidato kemenangannya, ia menyampaikan bahwa sosok guru bisa mengubah dunia. Ia pun menambahkan “Saya bangga menjadi guru perempuan Palestina yang berdiri di atas panggung ini,”. Guru yang memiliki slogan “No to violence” ini mengajar anak-anak mengenai non-kekerasan. Ia pun telah menulis buku berjudul ‘We Play and Learn’ , yang memusatkan perhatian pada pentinganya bermain, kepercayaan, rasa hormat, kejujuran, dan melek huruf.
terbaik di dunia

Psst, penghargaan ini ia raih di tengah-tengah kondisi Palestina dan Israel bersitegang. Uang senilai 1 juta dolar sebagai hadiah dari prestasinya tersebut pun dialokasikan untuk membantu para siswanya. Ia bersaing dengan 10 kandidat dari negara Pakistan, India, Inggris, Australia, Kenya, Finlandia, Jepang dan dua guru dari Amerika Serikat.

Kalau kamu, siapa menurutmu guru terbaik versimu? Atau bagi kamu yang berprofesi sebagai guru, sudahkah kamu jadi guru terbaik? Selamat berinovasi! (TN)