BAGAIMANA CARA MENGAJAK ANAK BERPUASA

/ / Artikel

BAGAIMANA CARA MENGAJAK ANAK BERPUASA

Oleh : Abas.M.Pd.M.Si

Menginjak usia Empat tahun, anak-anak sebenarnya sudah boleh diperkenalkan dan di latih untuk berpuasa. Pada usia ini, anak biasanya senang mengamati apa yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Jika keluarga bersemangat dan bersukacita menyambut puasa, tanpa disuruh pun, anak akan ikut-ikutan melakukan puasa, meski ia belum sepenuhnya mengerti. Jadi, jika kita ingin mengajak anak untuk ikut berpuasa, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menciptakan suasana yang asyik dan menyenangkan. Lalu, apa selanjutnya?

1. Jangan Memaksa.
Pada awal-awal bulan puasa, anak-anak mungkin akan sangat bersemangat ikut-ikutan berpuasa. Akan tetapi, beberapa hari kemudian, mereka mungkin sudah tidak tertarik untuk ikut berpuasa. Saat hal ini terjadi, jangan pernah memaksa si kecil. Kita harus ingat bahwa berpuasa bagi si kecil hanya sebagai pelajaran atau latihan saja, bukan kewajiban. Jika memang mereka tidak ingin melakukannya, hargai keputusannya. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memotivasinya untuk kembali berpuasa di tahun berikutnya.

2. Lakukan Secara Bertahap.
Jika orang dewasa harus berpuasa dari terbit subuh hingga magrib, anak-anak tidak harus melakukan hal yang sama. Bagaimanapun, di masa tumbuh kembang anak, mereka harus mendapatkan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Berpuasa bagi si kecil adalah menunda waktu makan untuk satu sampai dua jam.

Pada tahap awal, kita bisa mengajarkan anak berpuasa secara bertahap. Misalnya, jika anak biasa sarapan pukul 07.00, kita bisa menundanya selama beberapa jam, misalnya pukul 09.00. Lakukan ini di tahun pertama anak puasa. Jangan lupa untuk memberikan pengertian tentang ibadah puasa dengan bahasa yang mudah dimengerti.

3. Berikan Pujian
Agar anak lebih semangat untuk melakukan puasa, jangan segan untuk memberikan pujian. Kita puji dengan kata kata kamu hebat nak sudah dapat menahan lapar . Sambil memuji, kita juga bisa memberikan pengertian tentang manfaat puasa. Meskipun anak belum sepenuhnya mengerti, pelajaran yang diberikan terus menerus akan masuk ke dalam alam bawah sadar anak.

4. Jadilah Contoh yang Baik.
Dalam mendidik anak, poin paling penting yang harus selalu kita ingat adalah jangan hanya memberitahu atau menyuruh saja, tetapi berikan contoh. Anak-anak adalah peniru yang andal. Mereka akan mudah meniru perbuatan seseorang daripada mendengarkan omongan orang. Ketika mengajarkan anak untuk puasa, kita pun harus memberikan contohnya. Begitupun ketika mengajari hal-hal yang lainnya.

5. Lakukanlah hal yang Sama di Ramadhan Berikutnya
Pada tahun-tahun berikutnya, Anda bisa melakukan hal yang sama untuk mengajari anak berpuasa. Bedanya, kini Anda bisa menambah level berpuasanya. Jika pada tahun pertama anak hanya bisa menahan lapar selama 1 jam. Tahun berikutnya tambah menjadi dua jam. Ajarkan juga ibadah-ibadah yang lain seperti mengaji dan shalat tarawih. Untuk menjaga agar nutrisinya terpenuhi, sajikan masakan yang sehat dan bergizi saat sahur dan berbuka puasa.

Demikianlah artikel yang sederhana ini kami sajikan . Mudah mudahan bermanfaat untuk keluarga kita. Amin.

TOP